Rabu, 22 Juni 2011

PPC


A.    SHOCK
Shock adalah suatu keadaan yang timbul dimana sistem peradaran tubuh terganggu sehingga tidak dapat memenuhi keperluannya. Alat-alat vital tubuh akan kehilangan cairan dan zat-zat yang diperlukannya. Akibatnya fungsi alat-alat vital terganggu.
a.      Tanda-tanda terjadinya shock :
1.       Kesadaran penderita menurun
2.      Nadi berdenyut cepat
3.      Penderita merasa mual
4.      Kulit penderita dingin
5.      Nafas dangkal
6.      Mata penderita nampak hampa (lihat gambar dibawah ini)



Pada umumnya shock dibagi dalam beberapa golongan menurut sebabya :
1.      Shock Psisikis, karena kesakitan, patah tulang, ketakutan, kaget, keracunan obat
2.      Shock karena kehilangan darah seperti pada pendarahan yang hebat atau muntah mencret
3.      Shock karena infeksi yang hebat
4.      Shock karena jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya mis; serangan jantung, kekacauan denyut jantung.
5.      Shock karena alergi misalnya alergi terhadap obat-obatan
b.      Tindakan pertolongan :
            Sebenarnya pertolongan terhadap shock harus disesuaikan dengan penyebabya dan sering memerlukan penambahan cairan atau darah.
Pertolongan terhadap shock pada umumnya :
1.      Baringkan penderita dengan kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya
2.      Tariklah lidah penderita dan bersihkan mulut dan hidungnya dari sumbatan.
3.      Selimuti tubuhnya
4.      Hentikan pendarahan bila ada
5.      Apabila ada tulang yang patah pasanglah bidai sebelum penderita diusung kerumah sakit

B.     TENGGELAM
Pernafasan orang yang tenggelam dapat terhenti karena kemasukan air. Meskipun demikian tindakan mengosongkan perut dan paru-paru penderita dari air yang tenggelam dianggap bukan hal yang primer.
a.      Tindakan pertolongan
Hal yang paling utama dilakukan ialah pemberian pernafasan buatan begitu kepala korban keluar dari air. Pernafasan buatan dari mulut kemulut harus segera dikerjakan kalau perlu tidak usah menunggu sampai seluruh badanya diangkat dari dalam air.
Rabalah denyut nadi dileher, apabila terhenti lakukanlah tidakan pemijitan jantung dengan segera. Uasaha tersebut harus dilakukan terus menerus selama dalam perjalanan, sampai korban sadar kembali atau tidak mungkin ditolong lagi, selama denyut jantung masih teraba pernafasan buatan dari mulut kemulut harus terus menerus dikerjakan.
Apabila korban sudah mulai sadar dia akan memuntahkan air yang sudah tertelan olehnya. Dalam hal itu miringkan tubuh dan kepalanya sehingga muntahan tidak tersendat masuk ke paru-paru. Penderita harus dibawa kedokter untuk mencegah infeksi didalam paru-parunya.


C.    TERKENA ARUS LISTRIK
Arus searah (beterai,aki) jauh kurang berbahaya dari pada arus bolak balik (arus kontak). Arus listrik dengan foltase tinggi (tegangan tinggi) lebih mengejutkan, tetapi kadang kadang bahkan kurang berbahaya dari pada yang bervoltase sedang.
Voltase dibawah 220 V dapat mengacaukan denyut jantung manusia. Sedangkan voltase diatas 1000 V menghentikan pernafasan. Arus dengan tegangan diantara keduanya dapat menyebabkan kedua akibat tadi.
Arus listrik dapat menimbulkan lika bakar. Luka tersebut berbatas tegas, berbentuk bulat atau lonjong.
Pingsan akibat arus linstrik dapat berlangsung lama meskipun pernafasan berhenti, denyut nadi biasanya masih terasa.
a.      Tindakan pertolongan
1.      Segera lepaskan penderita dari kabel atau sumber arus yang mengenainya.
2.      Matikan sumber arus dan usahakan agar kabel terlepas dari korban
3.      Penolong harus melindungi dirinya juga
4.      Pergunakanlah galah kayu yang kering
5.      Berdirilah diatas seperti papan kering dan beralas sepatu karet
6.      Jangan mencoba menarik korban dari tempat kecelakaan secara langsung
7.      Kalau hendak menarik korban yakinlah bahwa sumber arus tidak akan terbawa serta dan pergunakanlah sarung, kain, atau ikat pinggang
8.      Sesudah itu berikanlah pernafasan buatan sampai pernafasan kembali normal
9.      Lakukanlah pemulihan denyut jantung terhenti
10.  Bila sudah sadar kemali sebaiknya korban dirawat di rumah sakit karena bahaya pendarahan atau akibat-akibat lain dijantung dapat timbul kemudian
11.  Rawatlah lukanya sebagaimana merawat luka bakar.



KOMENTAR

Setelah saya membaca buku ini maka dapat saya berikan sedikit komentar bahwa pemahaman tentang shock dapat disimpulkan tentang sistem peredaran tubuh yang terganggu sehingga tidak dapat memenuhi keperluan yang berakibat alat-alat vitalnbya bisa terganggu. Sedangkan pemahaman tentang tenggelam dapat saya berikan sedikit komentar bahwa pernafasan orang yang tenggelam dapat terhenti kerena kemasukan air dalam mulut atau hidung yang tertelan oleh sipenderita. Bedahalnya dengan penderita yang terkena arus listrik yang dapat menimbulkan luka bakar, pingsan, yang keduanya dapat menyebabkan menghentikan pernafasan.
Oleh karena itu kita sebagai orang yang menolong penderita harus memahami dan  mengetahui beberapa tindakan pertolongan akibat terjadinya shock, tenggelam dan terkena arus listrik
Dalam hal ini kita sebagai guru olahraga secara umum untuk dapat memperdalami ilmu tentang pencegahan shock, tenggelam dan terkena arus listrik sehingga kita dilapangan yang selalu berkecimpung dengan aktifitas gerak yang tidak lepas dari kemungkinan terjadinya hal-hal yang di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar